Membahas Persatuan Melalui Sarasehan Nasional Islam Kebangsaan

Penyelenggaraan TQN XV Tahun 2017 yang diselenggarakan dua perguruan tinggi negeri di Malang yakni Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM) menggelar berbagai acara pendukung untuk memeriahkan kegiatan akbar tersebut. Salah satu acara pendukung yang dilaksanakan di kampus UM ialah Sarasehan Nasional Islam dan Kebangsaan pada Rabu (2/8). Acara yang diselenggarakan di Aula Utama Gedung O1 lantai 2 ini akan mendatangkan Ketua Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latief, Ph.D. dan Dr. H. A. Rosyid Al Atok, M Pd, M. H., Kepala UPT Pusat Pengkajian Pancasila UM.

Salah satu panitia pelaksana sarasehan tersebut, Mohammad Ali Mahfud Efendi menerangkan bahwa sarasehan tersebut dilaksanakan sebagai wadah untuk merajut kembali persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) khususnya di kalangan mahasiswa. “Targetnya sarasehan ini diikuti 250 peserta, khususnya dari OKI (organisasi kerohanian islam, red),” kata Ali saat diwawancarai pada Selasa (25/7). Maka dari itu, pihaknya memberi kuota dua hingga tiga orang per kafilah. “Selain dari peserta MTQMN, kami juga mengajak OKI yang ada di perguruan tinggi di Malang seperti, UMM, UB, UNMER, STIE dan lain-lain,” ujar mahasiswa D-III Teknik Sipil dan Bangunan tersebut.

Hal utama yang akan menjadi pembahasan dalam sarasehan tersebut adalah mengenai Pancasila dan keislaman. “Karena banyak organisasi saat ini yang bertentangan dengan Pancasila,” sambung Ali. Menurutnya, mahasiswa sebagai ujung tombak pembangunan bangsa Indonesia harus berjiwa Pancasila serta setia terhadap NKRI. “Nanti di akhir acara juga diadakan menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza, untuk memupuk semangat nasionalisme peserta sarasehan,” tutupnya.

Desinta Dwi Rapita, S.Pd, S.H, M.H., salah seorang dosen yang menjadi panitia menjelaskan bahwa topik tersebut digunakan karena nuansa Islam dan fenomena saat ini masih panas untuk dibicarakan. “Sehingga dengan momen MTQ kali ini diharapkan mampu untuk menjadi individu yang mawas diri serta membuat komitmen bersama bahwa Islam merupakan bagian agama yang ada di Indonesia” ujar dosen Hukum dan Kewarganegaraan tersebut sebagaimana dilansir dari timesindonesia.co.id.

Pendaftaran secara online memudahkan peserta dalam mendaftar. Sampai saat ini sudah ada sekitar 105 peserta yang sudah mendaftar dari jumlah yang ditargetkan yaitu 250 peserta.

“Pendaftar kebanyakan bukan mahasiswa, di luar dari mahasiswa bahkan sebagian besar guru dan dosen. Sehingga target peserta belum 100% terpenuhi mahasiswa semua tapi untuk jumlah sedang berlangsung menuju 250,” ungkap Desinta.

Penulis: Arvendo Mahardika

Editor : Zulkarnain

Youtube Channel

Kontak

Sekretariat MTQ Mahasiswa Nasional XV Tahun 2017 ada di 2 (dua) lokasi:
  • Kantor Bagian Kemahasiswaan, Gedung Rektorat Lantai III Universitas Brawijaya, Jalan Veteran No. 1 Malang. Telp 0341-551611 ext 121, 122, 123. Fax. 0341-565420. Sekretariat di kampus UB ini sekaligus berfungsi sebagai Sekretariat Bersama.
  • Kantor Bagian Kemahasiswaan, Gedung A3, Lantai III Universitas Negeri Malang, Jalan Semarang Nomor 5 Malang. Telp. 0341-551312, psw. 136 atau 138.
E-mail: panitiamtqmn15@ristekdikti.go.id
Weblink :

Four things support the world: the learning of the wise, the justice of the great, the prayers of the good, and the valor of the brave

Prophet Muhammad Source Title

Twitter Stream

Instagram Stream

View on Instagram @mtqmn15

Event Holder